BUSERKRIMINALITAS,COM-DEPOK, 24 September 2026 — Dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi jenis Pertalite mencuat di Depok Timur. Sebuah bengkel las di Jalan Bahagia Raya No. 7 diduga dijadikan titik penampungan puluhan jerigen yang berisi BBM hasil pengisian berulang dari SPBU 34.164.01 Jalan Raya Tole Iskandar.
Modusnya diduga dilakukan dengan dua mobil Kijang bak terbuka, B 9156 ZZB dan B 9267 UH, keluar-masuk SPBU secara berulang untuk mengisi Pertalite, kemudian BBM dipindahkan ke jerigen di lokasi tersebut.
Seorang pria bernama Fiki saat dikonfirmasi mengaku baru sekitar satu bulan menjalankan aktivitas pengambilan BBM dan menyebut adanya pemberian uang tambahan sekitar Rp5.000 kepada operator setiap pengisian. Pernyataan ini perlu diuji melalui pemeriksaan resmi dan pencocokan data transaksi.
Jika benar terjadi pengisian berulang untuk kemudian ditampung dan disalurkan kembali, pola tersebut patut didalami sebagai dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, bukan sekadar persoalan pembelian biasa.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polres Metro Depok, Polsek Sukmajaya dan BPH Migas diminta tidak berhenti pada pelaku lapangan. Periksa operator dan pengawas SPBU, bongkar data transaksi kendaraan, cek CCTV, telusuri asal-usul serta tujuan BBM, dan ungkap pihak yang berada di belakang rantai distribusi tersebut.
Redaksi
Posting Komentar untuk "MODUS PELANGSIRAN PERTALITE DIDUGA TERSTRUKTUR: DUA KIJANG BOLAK-BALIK SPBU, BENGKEL LAS JADI TITIK PENAMPUNGAN — KAPOLRI & BPH MIGAS DIMINTA BONGKAR!"