Buserkriminalitas.com, BOLMUT – Warga Desa Bohabak IV, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, kembali menyoroti kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) terkait penyaluran bantuan sapi yang diduga tidak tepat sasaran.
Informasi ini disampaikan oleh salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, distribusi bantuan sapi oleh Pemdes Bohabak IV menimbulkan tanda tanya, karena ada penerima yang dinilai tidak layak.
“Ada penerima bantuan yang sebenarnya sudah memiliki sapi, ada juga yang punya kendaraan roda empat, bahkan ada yang dikenal sebagai penjual ikan (Tibo) yang dinilai sudah mampan secara ekonomi. Ini membuat masyarakat mempertanyakan dasar kebijakan Pemdes dalam menyalurkan bantuan tersebut,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa penyaluran bantuan sapi tidak dilakukan dengan seleksi ketat sesuai kriteria keluarga penerimah manfaat (KPM), padahal, bantuan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa seharusnya menyentuh warga yang masuk kategori kurang mampu.
Sorotan warga ini semakin kuat karena kebijakan pemdes Bohabak IV diangap diduga tidak transparan. Warga mempertanyakan dasar pertimbangan pemdes dalam menetapkan penerimah bantuan.
Lebih lanjut, sumber tersebut menegaskan bahwa bantuan sapi seharusnya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, sesuai dengan kriteria keluarga penerima manfaat (KPM).
Publik berharap Pemdes Bohabak IV lebih selektif dan transparan dalam menentukan penerima bantuan, agar program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang berhak. Serta mendesak pihak terkait, termasuk aparat pengawas desa, dan instansi berwenang turun langsung untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan.
Sangadi (Kepala Desa) Bohabak IV Salmin Aku, Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WatsApp, terkait hal tersebut. "Terkait yang sudah punya oto dan punya sapi, jadi kita jangan hanya melihat kehidupan orang atau masyarakat ini dari luar saja, terkadang oto yg ada itu cicil bukan di beli cas, dorang pe hidop itu sama dengan masyarakat lain kemudian dorang juga punya hak sama dengan masyarakat lain yg sebelumnya sudah mendapatkan sapi, intinya di sini pemerataan Sepenjang kami pemerintah desa mengadakan bantuan ternak sapi atupun kambing dan ternak lain2 nya semua akan pemerintah berikan tapi ber tahap.
Intinya saya melakukan pemerataan karna sebelum2 nya ternak sapi ini sudah di bagikan kepada masyarakat kurang lebih 40 ekor sekian dan 40 KPM, penerima di saya sudah 15 ekor dan intinya yg belum dapat akan di berikan tapi bertahap" Ujarnya melalui pesan WhastApp.
(Atar)
Informasi ini disampaikan oleh salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, distribusi bantuan sapi oleh Pemdes Bohabak IV menimbulkan tanda tanya, karena ada penerima yang dinilai tidak layak.
“Ada penerima bantuan yang sebenarnya sudah memiliki sapi, ada juga yang punya kendaraan roda empat, bahkan ada yang dikenal sebagai penjual ikan (Tibo) yang dinilai sudah mampan secara ekonomi. Ini membuat masyarakat mempertanyakan dasar kebijakan Pemdes dalam menyalurkan bantuan tersebut,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa penyaluran bantuan sapi tidak dilakukan dengan seleksi ketat sesuai kriteria keluarga penerimah manfaat (KPM), padahal, bantuan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa seharusnya menyentuh warga yang masuk kategori kurang mampu.
Sorotan warga ini semakin kuat karena kebijakan pemdes Bohabak IV diangap diduga tidak transparan. Warga mempertanyakan dasar pertimbangan pemdes dalam menetapkan penerimah bantuan.
Lebih lanjut, sumber tersebut menegaskan bahwa bantuan sapi seharusnya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, sesuai dengan kriteria keluarga penerima manfaat (KPM).
Publik berharap Pemdes Bohabak IV lebih selektif dan transparan dalam menentukan penerima bantuan, agar program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang berhak. Serta mendesak pihak terkait, termasuk aparat pengawas desa, dan instansi berwenang turun langsung untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan.
Sangadi (Kepala Desa) Bohabak IV Salmin Aku, Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WatsApp, terkait hal tersebut. "Terkait yang sudah punya oto dan punya sapi, jadi kita jangan hanya melihat kehidupan orang atau masyarakat ini dari luar saja, terkadang oto yg ada itu cicil bukan di beli cas, dorang pe hidop itu sama dengan masyarakat lain kemudian dorang juga punya hak sama dengan masyarakat lain yg sebelumnya sudah mendapatkan sapi, intinya di sini pemerataan Sepenjang kami pemerintah desa mengadakan bantuan ternak sapi atupun kambing dan ternak lain2 nya semua akan pemerintah berikan tapi ber tahap.
Intinya saya melakukan pemerataan karna sebelum2 nya ternak sapi ini sudah di bagikan kepada masyarakat kurang lebih 40 ekor sekian dan 40 KPM, penerima di saya sudah 15 ekor dan intinya yg belum dapat akan di berikan tapi bertahap" Ujarnya melalui pesan WhastApp.
(Atar)
Posting Komentar untuk "Warga Soroti Pemdes Bohabak IV Diduga Salurkan Bantuan Sapi Tidak Tepat Sasaran"