SHELTER KULINER MANAHAN SOLO JADI KEBANGGAAN UMKM, NAMUN PENATAAN PARKIR DISOROT! PEMKOT SURAKARTA DIMINTA TURUN TANGAN

SOLO —buserkriminalitas, com-Shelter Kuliner Manahan yang berada di sisi barat Stadion Manahan, Kota Surakarta, menjadi salah satu pusat kuliner kebanggaan masyarakat. Dengan sekitar 120 kios yang dikelola Pemerintah Kota Surakarta melalui bidang pasar, kawasan ini menawarkan beragam pilihan kuliner sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bangunan shelter yang terlihat rapi serta tingginya antusiasme masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih pada pagi dan sore hari, ketika warga datang untuk berolahraga di kawasan Stadion Manahan, jumlah pengunjung yang memadati area tersebut meningkat.

Namun, di balik geliat ekonomi yang menguntungkan para pedagang, persoalan penataan area parkir mulai menjadi sorotan. Kepadatan sepeda motor yang terparkir dinilai belum diimbangi dengan pengaturan yang tertib dan terorganisasi.

Berdasarkan pantauan tim Buser, area parkir di sekitar shelter kuliner terlihat dipadati kendaraan, terutama pada waktu masyarakat berolahraga. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengaturan parkir, pemanfaatan lahan, serta perhatian pihak pengelola terhadap fasilitas pembatas kendaraan.

Seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa banyak kendaraan yang terparkir diduga milik pengunjung yang datang untuk berolahraga, bukan untuk menikmati kuliner.

“Wah, kalau melihat sepeda motornya memang padat sekali. Namun, banyak yang datang bukan untuk jajan, melainkan berolahraga. Coba lihat sendiri, hampir semuanya terlihat bukan pembeli,” ujarnya kepada tim Buser.

Ia juga menyoroti kondisi pembatas parkir yang dinilai kurang terawat. Sejumlah rantai pembatas disebut putus, sementara tiang pembatas terlihat roboh. Selain itu, menurut keterangannya, sepeda kayuh atau sepeda ontel terkadang masuk hingga ke bagian dalam shelter, bahkan mendekati area meja pedagang.

“Parkirnya terkadang seenaknya saja. Rantai plastik banyak yang putus dan tiang pembatas roboh. Kami berharap ada perhatian dari pihak yang mengelola lahan parkir supaya kawasan ini lebih tertata,” tambahnya.

Pedagang tersebut membandingkan kondisi itu dengan kawasan Lokananta yang menurutnya memiliki penataan parkir lebih rapi. Ia berharap pengelolaan parkir di Shelter Kuliner Manahan dapat dibenahi agar tidak mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

UMKM Diuntungkan, Penataan Kawasan Tetap Harus Diperhatikan

Keberadaan Shelter Kuliner Manahan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Saat libur sekolah maupun akhir pekan, kunjungan warga dari dalam dan luar Kota Solo berpotensi meningkatkan omzet para pedagang.

Di sisi lain, tingginya aktivitas di kawasan tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan fasilitas yang memadai. Penataan parkir bukan hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga menyangkut kenyamanan, akses keluar-masuk pengunjung, serta perlindungan terhadap ruang usaha pedagang.

Apabila kendaraan dibiarkan parkir tanpa pengaturan yang jelas, potensi gangguan terhadap aktivitas jual beli dan mobilitas pengunjung perlu menjadi perhatian bersama.

Karena itu, evaluasi terhadap sistem parkir dinilai penting dilakukan, termasuk memastikan fungsi pembatas kendaraan berjalan sebagaimana mestinya serta memperjelas pengaturan bagi kendaraan yang datang untuk berolahraga dan pengunjung yang hendak berbelanja kuliner.

Pemkot Surakarta Diharapkan Segera Melakukan Pembenahan

Pedagang berharap Pemerintah Kota Surakarta bersama instansi terkait dan pengelola parkir segera melakukan evaluasi di lapangan. Penataan diharapkan mencakup penyediaan zona parkir yang jelas bagi mobil, sepeda motor, dan sepeda kayuh agar tidak bercampur hingga memasuki area aktivitas pedagang.

Selain itu, kondisi rantai dan tiang pembatas yang rusak perlu diperiksa serta diperbaiki. Mekanisme pengelolaan parkir, termasuk ketentuan kontribusi parkir apabila diberlakukan, juga perlu dibuat jelas dan transparan agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan pengunjung maupun pedagang.

Pembenahan tersebut diharapkan tidak mengurangi semangat masyarakat untuk berolahraga dan menikmati kuliner, melainkan menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pihak.

Shelter Kuliner Manahan telah menjadi salah satu wajah ekonomi kerakyatan di Kota Solo. Karena itu, menjaga kebersihan, kerapian, dan ketertiban kawasan menjadi tanggung jawab yang perlu mendapat perhatian serius.

Kini, masyarakat dan para pedagang berharap Pemkot Surakarta tidak hanya mempertahankan keberadaan shelter sebagai pusat kuliner kebanggaan warga, tetapi juga memastikan fasilitas pendukungnya dikelola secara optimal.

Penataan parkir yang tertib diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM Shelter Kuliner Manahan.
(Antony)

Posting Komentar untuk "SHELTER KULINER MANAHAN SOLO JADI KEBANGGAAN UMKM, NAMUN PENATAAN PARKIR DISOROT! PEMKOT SURAKARTA DIMINTA TURUN TANGAN"