SRAGEN, Buserkriminalitas.com — RSUD dr. Soeratno Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut dilaporkan meraih lima penghargaan dalam Kongres Rumah Sakit Dunia ke-49 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh International Hospital Federation (IHF) di Seoul, Korea Selatan.
Penghargaan tersebut diumumkan pada malam penganugerahan, Rabu (21/10/2026). Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas inovasi pelayanan kesehatan, kepedulian sosial, keselamatan pasien, tata kelola rumah sakit, serta penelitian ilmiah yang dikembangkan RSUD dr. Soeratno Gemolong.
Dalam ajang tersebut, RSUD dr. Soeratno Gemolong disebut berhasil bersaing dengan berbagai rumah sakit dari sejumlah negara. Kompetisi ini diikuti lebih dari 750 inovasi dari 38 negara serta 1.500 karya ilmiah dari 54 negara.
Lima penghargaan yang diraih menjadi sorotan karena mengangkat pendekatan pelayanan kesehatan yang memadukan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya warga pedesaan dan kelompok rentan.
Lima Penghargaan Internasional
1. Inovasi Terfavorit Berbasis Kecerdasan Buatan
RSUD dr. Soeratno Gemolong meraih penghargaan inovasi terfavorit melalui sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bernama AISYAH.
Sistem ini dikembangkan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan, mulai dari panggilan darurat ambulans di desa, pemantauan pasien selama menjalani perawatan, hingga pendampingan latihan pemulihan secara mandiri di rumah.
Inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh bantuan medis secara lebih cepat dan terintegrasi.
2. Penghargaan Perunggu Dunia untuk Kepedulian Sosial
Penghargaan berikutnya diberikan atas program pelayanan sosial yang menghadirkan kunjungan medis ke rumah pasien, konsultasi dokter jarak jauh, serta pengantaran obat langsung ke rumah warga.
Program ini menyasar masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan fisik, jarak tempuh yang jauh, maupun kendala biaya transportasi.
Melalui layanan tersebut, pasien lansia, penyandang disabilitas, dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu diharapkan tetap memperoleh pelayanan medis tanpa harus selalu datang langsung ke rumah sakit.
3. Penghargaan Keselamatan Pasien
RSUD dr. Soeratno Gemolong juga memperoleh penghargaan atas pemanfaatan teknologi cerdas AISYAH untuk mendukung keselamatan pasien.
Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mencegah kesalahan pemberian obat dan meningkatkan keamanan pasien selama menjalani perawatan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya.
4. Penghargaan Rumah Sakit Terbaik Dunia
Penghargaan lainnya merupakan bentuk pengakuan terhadap tata kelola RSUD dr. Soeratno Gemolong secara menyeluruh, mulai dari pelayanan medis, manajemen rumah sakit, hingga upaya menjangkau masyarakat secara langsung.
Pengakuan ini sekaligus menyoroti pentingnya pengelolaan rumah sakit yang berorientasi pada mutu pelayanan, efektivitas sistem kerja, serta kebutuhan pasien.
5. Penghargaan Karya Ilmiah Terbaik
Prestasi kelima diperoleh melalui penelitian ilmiah mengenai program perawatan pasien di rumah.
Dalam laporan penelitian tersebut, program perawatan di rumah disebut berhasil menurunkan risiko pasien kembali menjalani rawat inap hingga 23 persen pada masyarakat pedesaan.
Temuan tersebut menjadi landasan penting bagi pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas, terutama untuk membantu pasien menjalani pemulihan secara berkelanjutan setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Teknologi untuk Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Bagi RSUD dr. Soeratno Gemolong, capaian ini tidak semata-mata tentang trofi atau penghargaan internasional. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, terjangkau secara biaya, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ada dua prinsip utama yang menjadi perhatian dalam pengembangan inovasi tersebut.
Pertama, rumah dapat menjadi tempat pemulihan yang nyaman bagi pasien tertentu. Warga yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan mobilitas dapat memperoleh kunjungan dokter dan perawat, konsultasi, serta dukungan pengobatan di rumah sesuai kebutuhan dan kondisi medisnya.
Kedua, teknologi harus memperkuat sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Pemanfaatan sistem digital dan kecerdasan buatan diharapkan dapat membantu menyederhanakan pekerjaan administratif sehingga tenaga medis memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi, mendengarkan keluhan, dan merawat pasien dengan penuh perhatian.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi bukan sekadar simbol modernisasi, melainkan sarana untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Direktur RSUD dr. Soeratno: Penghargaan Ini Menjadi Pengingat untuk Terus Melayani
Direktur RSUD dr. Soeratno Gemolong, dr. Kinik Darsono, M.Med.Ed., C.Med., FISQua., FCHMC., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut saat berada di arena kongres di Seoul, Korea Selatan.
Ia menegaskan bahwa hal terpenting bukanlah penghargaan yang diperoleh, melainkan perhatian dan dukungan dunia internasional terhadap upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan.
“Kami sangat bersyukur. Namun, yang paling kami syukuri sesungguhnya bukan penghargaannya. Yang membuat kami terharu adalah ketika cerita tentang perjuangan warga desa kami di Sragen didengarkan dan didukung oleh peserta dari puluhan negara,” ungkap Kinik Darsono.
Menurutnya, prestasi tersebut bukan kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan pengingat bahwa pelayanan yang tulus kepada masyarakat yang membutuhkan akan selalu memiliki tempat terhormat di tingkat dunia.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan teknologi kesehatan harus tetap berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar akses pengobatan menjadi lebih mudah dan biaya yang harus ditanggung masyarakat dapat ditekan.
“Kami menyadari masih banyak yang harus dipelajari. Pihak yang paling berhak menikmati teknologi bukan hanya orang kaya, melainkan juga masyarakat berpenghasilan rendah, agar hidup mereka menjadi lebih mudah dan berobat menjadi lebih murah,” tuturnya.
Lima penghargaan internasional tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi RSUD dr. Soeratno Gemolong untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, dan memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke pelosok desa.
Prestasi ini sekaligus membawa nama Kabupaten Sragen ke panggung internasional, dengan pesan bahwa kemajuan teknologi kesehatan akan semakin bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
(Anthony)
Posting Komentar untuk "BANGGAKAN SRAGEN! RSUD dr. SOERATNO GEMOLONG RAIH 5 PENGHARGAAN INTERNASIONAL DI SEOUL, KOREA SELATAN"