Buserkriminalitas, com-Jakarta-Masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan calon mitra kerja di bidang konstruksi, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus perusahaan yang diduga tidak memiliki aktivitas perkantoran yang jelas namun menawarkan kerja sama sebagai mitra atau subkontraktor proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat sejumlah pihak yang mengaku mengalami kerugian setelah mengikuti tawaran kerja sama pembangunan proyek perumahan yang ditawarkan oleh pihak yang mengatasnamakan sebuah perusahaan.
Salah satu pihak yang mengaku menjadi korban adalah Hawari. Ia mengaku telah menyerahkan uang deposit sekitar Rp60 juta dengan tujuan menjadi subkontraktor dalam pekerjaan pembangunan proyek perumahan.
Selain Hawari, terdapat pula Bu Asih yang mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp20 juta dalam rangka kerja sama tersebut.
Tidak hanya persoalan uang yang telah disetorkan, informasi lain juga menyebutkan adanya beberapa orang yang bekerja dalam kegiatan tersebut yang mengaku belum menerima pembayaran gaji.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas, keberadaan kantor, serta mekanisme kerja sama perusahaan yang ditawarkan kepada calon mitra maupun tenaga kerja.
“Kami berharap persoalan ini dapat segera mendapatkan kejelasan. Jangan sampai ada masyarakat lain yang mengalami kerugian dengan modus yang sama,” demikian harapan pihak yang merasa dirugikan.
Atas informasi tersebut, calon mitra usaha maupun masyarakat yang mendapatkan tawaran kerja sama serupa diimbau untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu, mulai dari legalitas badan usaha, alamat kantor, identitas pengurus, dokumen kontrak, rekening pembayaran, hingga keberadaan proyek yang ditawarkan.
Pihak yang merasa dirugikan juga dapat menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila terdapat indikasi tindak pidana.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan atau pihak lain yang disebut dalam informasi ini untuk memberikan penjelasan secara berimbang mengenai legalitas perusahaan, proyek yang ditawarkan, aliran dana, serta persoalan pembayaran kepada mitra maupun pekerja.
Catatan: Nilai kerugian dan dugaan permasalahan dalam pemberitaan ini berdasarkan keterangan pihak yang mengaku mengalami kerugian dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
(Red)
Posting Komentar untuk "Waspada Dugaan Perusahaan Fiktif Rekrut Calon Subkontraktor, Sejumlah Pihak Mengaku Mengalami Kerugian"